Kamis, 23 Oktober 2025

Kolaborasi TAPM, PD dan BKAD Kecamatan Haur Gading Latih Aparatur Desa Rancang Infrastruktur

 



 

Haur Gading. Dalam rangka memperkuat kompetensi aparatur desa agar lebih profesional dan berorientasi teknis dalam perencanaan pembangunan, Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Haur Gading menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kasi Pelayanan Desa se-Kecamatan Haur Gading, Rabu 22 Oktober 2025 Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di TPA At Taqwa Desa Palimbang Sari Kecamatan Haur Gading tersebut diikuti oleh seluruh Kasi Pelayanan dari  desa-desa di wilayah kecamatan. Adapun narasumber kegiatan kali ini menghadirkan kolaborasi antara Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat tingkat kabupaten dan pendamping Desa, yakni Ahmad Noor, ST, dari  Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta Eyyen Fitria Nor, ST, selaku Koordinator Kecamatan Haur Gading.


Fokus Materi: Dari Survei Lapangan hingga RAB Konstruksi Jalan

Dalam sesi utama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai perencanaan pembangunan desa yang berbasis kebutuhan riil lapangan. Materi yang diajarkan mencakup metode survei kegiatan, pengukuran lapangan, penyusunan desain teknis pekerjaan konstruksi jalan desa, serta pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara akurat sesuai dengan standar teknis dan ketentuan yang berlaku.

Narasumber Ahmad Noor, ST, menjelaskan bahwa kemampuan teknis aparatur desa dalam memahami tahapan perencanaan sangat menentukan kualitas hasil pembangunan di lapangan.

  “Seringkali kegiatan desa terkendala bukan pada pelaksanaan, melainkan pada perencanaannya. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan setiap Kasi Pelayanan mampu menyusun desain dan RAB yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga benar-benar sesuai kondisi riil lapangan,” ujarnya.

Ia menekankan, proses perencanaan desa harus dilakukan secara partisipatif, berbasis data, dan memperhatikan aspek teknis serta keselamatan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.


Bahas Aspek Keamanan: Safety Faktor Tembok Penahan Tanah

Selain membahas desain dan RAB konstruksi jalan, pelatihan ini juga menyoroti aspek keselamatan konstruksi dengan mengangkat materi tentang Safety Factor dalam perencanaan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Eyyen Fitria Nor, ST, selaku Koordinator Kecamatan Haur Gading, menjelaskan bahwa tema ini diangkat karena seringkali pembangunan TPT di desa belum memperhitungkan secara matang faktor keamanan dan stabilitas dari konstruksi itu sendiri.

“Kita ingin setiap perencanaan pekerjaan TPT di desa memperhatikan faktor keamanan, daya dukung tanah, serta kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai pekerjaan cepat selesai, tapi tidak aman atau tidak tahan lama. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap desain,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pelatihan seperti ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Pendamping Desa, terutama dalam hal standarisasi perencanaan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa.


Meningkatkan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga wawasan tentang tanggung jawab moral dan administratif seorang Kasi Pelayanan dalam menjalankan tugas di desa.

Dalam sesi diskusi, para peserta juga diajak untuk berbagi pengalaman lapangan, membahas kendala dalam penyusunan dokumen perencanaan, serta berdiskusi tentang solusi praktis yang bisa diterapkan di masing-masing desa.

Ahmad Noor menambahkan, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk aparatur desa yang profesional, cermat, dan akuntabel, terutama dalam mengelola keuangan desa dan memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 “Perencanaan yang baik adalah fondasi dari pembangunan yang berkualitas. Jika aparatur desa memiliki kemampuan menyusun perencanaan yang matang, maka pelaksanaan kegiatan di lapangan akan lebih mudah dikontrol, dipertanggungjawabkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.


Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Para Kasi Pelayanan desa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka menilai bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan teknis yang aplikatif dan langsung dapat diterapkan dalam penyusunan perencanaan desa tahun anggaran 2026.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Pendamping Desa untuk memastikan setiap program pembangunan desa tersusun dengan baik sejak tahap perencanaan.

Menutup kegiatan, Koordinator Kecamatan Haur Gading, Eyyen Fitria Nor, ST, berharap agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di desa masing-masing.

“Kita ingin seluruh desa di Kecamatan Haur Gading memiliki dokumen perencanaan yang kuat, berbasis data, aman secara teknis, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Dengan begitu, pembangunan desa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan aparatur desa semakin siap menghadapi tantangan perencanaan pembangunan ke depan, serta mampu mendorong terciptanya pembangunan desa yang terarah, akuntabel, aman, dan berkelanjutan.


( editor by Anoor Sufi - PIC Sarpras dan Non Sarpras Kab. Hulu Sungai Utara)

1 komentar:

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Se - Kecamatan Amuntai Tengah

  Amuntai Tengah (14/01/2026) , Pemerintah Kecamatan Amuntai Tengah Bersama Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa memfasilitasi kegiat...