Rabu, 29 Oktober 2025

Rembuk Stunting Kecamatan Amuntai Selatan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor, Penurunan Stunting Capai 1,7 Persen




Amuntai Selatan, Rabu (29/10/2025) — Pemerintah Kecamatan Amuntai Selatan menggelar Rembuk Stunting 2025 tingkat kecamatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan penurunan stunting di wilayahnya. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pendamping Desa Kecamatan Amuntai Selatan yang terdiri dari Kaslamida, Muhammad Mihra, Budiana Hartini, dan Aulia Rahman, serta dihadiri unsur Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara ( Barkaturrahim, DP Aswan Wibowo, Ahmad Noor, Irwan Azhari ), Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, Danramil, Kapolsek dan perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Amuntai Selatan, Yudhi Rifani, S.IP, MA menekankan pentingnya sinergi antar pihak dalam memastikan program intervensi berjalan efektif. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembagian telur kepada keluarga terdampak stunting sebagai bagian dari program HSU CERIA (Cegah Stunting Bersama) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kami berharap pembagian telur kepada penerima manfaat benar-benar tepat sasaran. Pemerintah desa harus turut mengawasi agar hasilnya maksimal. Inovasi HSU CERIA ini sangat baik, semoga berjalan sukses dan mampu menurunkan angka stunting di wilayah kita,” ujar Yudhi Rifani, S.IP, MA dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas UPT Amuntai Selatan, Nazhan Hadi, menyampaikan apresiasi atas capaian positif penurunan angka stunting di wilayahnya yang kini telah mencapai 1,7 persen. Ia menyebutkan bahwa penanganan stunting di Amuntai Selatan sudah berada di jalur yang tepat.

“Penanganan stunting di Amuntai Selatan sudah bagus. Secara program juga meningkat dari 46 sampai 48 persen. Jika anak diberikan telur satu butir per hari, hasil pertumbuhan tinggi badannya akan terlihat setelah enam bulan melalui hasil operasi timbang,” jelas Nazhan.

Lebih lanjut, Nazhan menjelaskan bahwa penimbangan berikutnya akan dilaksanakan pada Februari 2026, sebagai momen penting untuk mengevaluasi hasil dari intervensi gizi yang telah dilakukan sejak akhir 2025. Selain pemberian telur, pencegahan juga dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri di sekolah-sekolah, untuk mencegah anemia dan memastikan kesehatan calon ibu di masa depan.

Dari sisi pendampingan teknis, perwakilan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Irwan Azhari menegaskan perlunya evaluasi berkelanjutan oleh desa.

“Kami mendorong agar setiap desa melakukan evaluasi minimal dua kali dalam setahun, dan mengaktifkan kembali kelembagaan Rumah Desa Sehat (RDS) agar koordinasi terkait penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Irwan.

Sementara itu, para Pendamping Desa Amuntai Selatan menyampaikan bahwa rembuk stunting ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi merupakan momentum penting untuk menyatukan komitmen lintas sektor.

“Kami berharap rembuk stunting menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, baik pemerintah desa, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Harapannya, angka stunting di Amuntai Selatan terus menurun, dan anak-anak kita tumbuh sehat serta berdaya saing,” ujar Kaslamida (Koorcam) mewakili tim pendamping.

Rembuk Stunting Amuntai Selatan menjadi contoh nyata kolaborasi antarlembaga dalam mendukung keberhasilan program HSU CERIA. Melalui gerakan bersama ini, pemerintah daerah optimistis dapat mewujudkan generasi HSU yang sehat, cerdas, dan ceria, bebas dari ancaman stunting.

(Penulis Ahmad Noor TAPM, editor Aswan boy's PIC Informasi dan Media Kab.Hulu Sungai Utara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Se - Kecamatan Amuntai Tengah

  Amuntai Tengah (14/01/2026) , Pemerintah Kecamatan Amuntai Tengah Bersama Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa memfasilitasi kegiat...