Amuntai Selatan, 5 November 2025 – Sebuah langkah strategis dalam
pemberdayaan ekonomi masyarakat desa terus berkembang di Kabupaten Hulu Sungai
Utara. Baru-baru ini, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari unsur
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, yakni Barkaturrahim, Dwi
Putra Aswan Wibowo, Ahmad Noor, serta Pendamping Desa Aulia Rahman, melakukan monitoring
terhadap pemanfaatan dana desa ketahanan
pangan yang dialokasikan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bintang Muda di
Desa Telaga Sari, Kecamatan Amuntai Selatan.
Pemanfaatan dana desa yang
sebesar 20% dari total anggaran, yang secara khusus diperuntukkan bagi
ketahanan pangan, merupakan langkah penting dalam mengembangkan usaha desa yang
berbasis pada pengelolaan sumber daya alam lokal. Berdasarkan laporan dari
ketua BUMDES Bintang Muda, Lisda Karmila, usaha yang dikembangkan mencakup budidaya
ayam petelur , pengembangbiakan domba, dan perikanan yang masing-masing diharapkan dapat
memberikan kontribusi positif bagi perekonomian desa.
Ketua BUMDES Bintang Muda, Lisda Karmila, memaparkan bahwa dana
ketahanan pangan ini digunakan untuk mengembangkan beberapa usaha yang
diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi desa. Salah satunya
adalah usaha budidaya ayam petelur. Dengan mengelola 100 ekor ayam petelur yang
telah mencapai usia 25 minggu, BUMDES Bintang Muda mampu menghasilkan 50 butir
telur setiap harinya. Mengingat harga jual telur yang mencapai Rp28.000 per
kilogram, dengan tiap kilogram terdiri dari 18 butir telur, usaha ayam petelur
ini menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian desa.
Selain ayam petelur, BUMDES
Bintang Muda juga mengembangkan usaha pengembangbiakan domba. Saat ini, BUMDES
memelihara 9 ekor indukan domba yang setiap tahun diperkirakan akan melahirkan
dua ekor anak domba per indukan. Setelah berusia satu tahun, domba tersebut
dijual dengan harga sekitar Rp3,5 juta per ekor, dengan berat daging berkisar
antara 15 hingga 18 kilogram per ekor.
Tidak hanya itu, untuk
mendiversifikasi sumber pendapatan, BUMDES Bintang Muda juga terlibat dalam
usaha perikanan, yang melibatkan budidaya ikan air tawar. Dengan pola usaha
yang berkelanjutan, ketiga sektor ini—ayam petelur, domba, dan
perikanan—dianggap dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi
desa serta mendukung ketahanan pangan masyarakat desa Telaga Sari.
"Usaha ketahanan pangan yang
kami kembangkan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan BUMDES,
tetapi juga untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di desa kami.
Sebagian keuntungan dari usaha ini nantinya akan disalurkan kembali ke dalam
Pendapatan Asli Desa (PAD) besarannya, sesuai dengan ADRT BUMDes, yang
digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di desa," ungkap
Lisda Karmila, Ketua BUMDES Bintang Muda.
Harapan dan Inovasi Kepala Desa dalam Pengembangan Ketahanan Pangan
Kepala Desa Telaga Sari, H. Abdul Hadi, SPd.SD, yang turut hadir
dalam monitoring tersebut, menyambut baik kemajuan yang dicapai oleh BUMDES
Bintang Muda. Ia menegaskan bahwa usaha ketahanan pangan ini memberikan peluang
besar bagi peningkatan ekonomi desa yang lebih mandiri. Namun, beliau juga
menekankan perlunya inovasi dan pengembangan yang lebih lanjut agar usaha-usaha
yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih
luas.
“Ke depan, kami berharap
usaha-usaha ketahanan pangan ini dapat lebih berkembang lagi, tidak hanya
terbatas pada ayam petelur dan domba, tetapi juga mencakup sektor pertanian
yang berbasis ramah lingkungan. Kami juga berencana untuk memperkenalkan
teknologi baru dalam budidaya ternak dan perikanan, serta melibatkan lebih banyak
masyarakat dalam proses produksi. Dengan demikian, perekonomian desa dapat
semakin menguat dan berkelanjutan,” ujar H. Abdul Hadi dengan penuh harapan.
Lebih lanjut, Kepala Desa
berharap agar pemerintah kabupaten dan provinsi terus memberikan dukungan dalam
bentuk pelatihan dan pendampingan, serta akses ke pasar yang lebih luas untuk
produk-produk hasil BUMDES. "Kami ingin memastikan bahwa setiap warga desa
dapat merasakan manfaat langsung dari hasil usaha BUMDES. Selain itu, kami juga
berupaya agar dana yang diperoleh dari BUMDES dapat dipergunakan untuk berbagai
kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,"
tambahnya.
(Penulis Ahmad Noor TAPM, editor Aswan boy's PIC Informasi dan Media Kab.Hulu Sungai Utara)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar